Selasa, 10 Juli 2007

Pada suatu pelajaran Bahasa Indonesia

Guru : Hari ini saya akan mengetes kalian tentang
antonim. Bila saya ucapkan satu kata, kalian harus
segera menjawab antonimnya. Mengerti??

Murid : Mengerti!

Guru: Pandai!

Murid: Bodoh!

Guru: Tinggi!

Murid: Rendah!

Guru: Boros!

Murid: Pelit!

Guru: Salah!

Murid: Benar!

Guru : Kalian bodoh! Salah!

Murid: Kami Pintar! Benar!

Guru : Tidak!

Murid: Ya!

Guru : Oh Tuhan!

Murid: Oh setan!

Guru : Dengarkan ini!

Murid: Acuhkan itu!

Guru : Diam!

Murid : Ribut!

Guru : Itu bukan pertanyaan, bodoh!

Murid : Ini adalah jawaban, pintar!

Guru : Mati aku!

Murid : Hidup kamu!

Guru : Aku malas ngajar!

Murid : Kami rajin belajar!

Guru : Cukup! Cukup!

Murid : Lagi! Lagi!

Guru : Stop! Stop!

Murid: Mulai! Mulai!

Guru : Kenapa kalian begitu bodoh?

Murid: Karena kami begini pintar!

Guru : O.K. Pelajaran berakhir!

Murid: K.O. Pelajaran mulai!

Guru : Cukup, kalian bodoh!

Murid: Belum, kami pintar!

Guru : Kalian berdiri!

Murid: Kami duduk!

Guru : Aku bilang pelit itu salah!

Murid: Kami bilang boros itu benar!

Guru : Kalian semua tidak boleh pulang siang ini!

Murid: Kami semua boleh datang malam itu!

Guru: (diam saja dan pergi meninggalkan kelas
dengan wajah seperti singa lapar)

Tidak ada komentar: